ASURANSI

Tujuan Simple Asuransi & Perkembangan Konsep Asuransi

Tujuan Simple Asuransi & Perkembangan Konsep Asuransi – Kita perlu tahu sebenarnya pengertian dasar dari asuransi sendiri itu serta bagaimana konsep asuransi yang terus berkembang.

Pengertian Asuransi

Asuransi sendiri adalah perjanjian yang dilakukan antara dua pihak atau lebih dimana salah satu pihak akan menjadi menanggung biaya dan pihak lainnya akan menjadi penerima premi asuransi tersebut.

Penerima premi asuransi haruslah membayarkan premi setiap bulannya ke pihak yang menanggung penggantian biaya jika nantinya penerima premi mengalami musibah atau mendapati kerusakan untuk semua hal yang telah disepakati untuk ditanggung oleh perusahaan asuransi. Lalu apa saja tujuan dari asuransi yang sebenarnya?

Tujuan Asuransi

  • Asuransi akan memberikan jaminan untuk perlindungan dan juga risiko kerugian yang akan dialami oleh pihak penerima premi asuransi
  • Asuransi juga akan membantu agar semua orang tidak perlu terlalu mengamankan aset atau semua hal yang dimilikinya. Ini artinya asuransi memberikan solusi yang lebih efektif untuk melindungi barang atau aset anda.
  • Asuransi akan berfungsi sebagai tabungan yang nantinya jika tidak digunakan akan dikembalikan dalam jangka waktu tertentu.
  • Asuransi memberikan penggantian biaya ketika pihak penerima asuransi mengalami sakit, kecelakaan, kehilangan aset atau barang dan lain sebagainya.
  • Asuransi untuk bisnis akan menyelamatkan anda dari bahaya kebangkrutan yang banyak ditakuti oleh pengusaha.

Saat ini asuransi sendiri sudah berkembang sangat pesat dan kita tidak akan kesulitan memilih asuransi dan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan kita. (Sumber)

Bagaimana Konsep Asuransi?

Asuransi adalah bentuk perjanjian antara kedua belah pihak, yaitu Tertanggung dan Penanggung, di mana Tertanggung membayar sebuah iuran kepada Penanggung demi mendapatkan bentuk ganti rugi atas risiko finansial yang dapat terjadi secara tak terduga.

Tujuan Simple Asuransi & Perkembangan Konsep Asuransi

Perkembangan Konsep Asuransi

1. Asuransi Pengangkutan Laut (Marine Insurance)

Asuransi pengangkutan melalui laut dan darat mulai diselenggarakan di Italia pada abad XII. Kebiasaan ini kemudian dibawa oleh para pedagang Italia ke Inggris sekitar abat XIII dan XIV. Berbagai catatan dan peristiwa di masa lampau itu kemudian dihimpun ke dalam Marine Insurance Act 1906 (MIA 1906) yang mengatur pelaksanaan Marine Insurance. Bahkan, polis pengangkutan laut di Indonesia pun merujuk pada MIA 1906.

Penjelasan Simple Asuransi Kesehatan & Jenisnya

2. Asuransi Kebakaran

Asuransi kebakaran lahir pada tahun 1680 yang ditandai dengan berdirinya perusahaan asuransi kebakaran pertama yaitu The Fire Office atau The Phoenix. Kehadiran asuransi kebakaran ini berawal dari peristiwa kebakaran besar yang melanda kota London pada 1666. Kebakaran yang berlangsung selama 4 hari ini menimbulkan kerugian yang besar sehingga proses pembangungan kembali baru rampung pada tahun 1671.

3. Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident Insurance)

Lahirnya asuransi kecelakaan diri ini berawal dari banyaknya peristiwa kecelakaan yang terjadi pada abad XIX seiring dengan kemajuan teknik dan industri. Saat itu, kecelakaan terjadi pada proses pengoperasian alat-alat modern, kendaraan bermotor, kereta api. Pada tahun 1848, didirikan perusahaan asuransi pertama bernama The Railway Passenger Assurance Co yang menanggung risiko kecelakaan diri pada pengoperasian kereta api. Namun, jenis asuransi ini kemudian berkembang dan menanggung risiko kecelakaan diri lainnya. Bahkan pada akhir abad XIX, jenis asuransi ini telah menjamin atas risiko penyakit tertentu. Selanjutnya pada abad XX diperluas lagi pada jaminan biaya perawatan rumah sakit.

4. Asuransi Tanggung jawab Majikan (Employers liability insurance)

Asuransi ini lahir pada tahun 1880 setelah Employers Liability Act berlaku. Undang-Undang ini kemudian disempurnakan pada tahun 1897 dengan terbitnya Workment’s Compensation Act karena Employers Liability Act 1880 tidak menjamin sepenuhnya pekerja mendapatkan jaminan. Selanjutnya, pada tahun 1906, regulasi yang hanya berlaku untuk perusahaan tertentu ini disempurnakan lagi menjadi WCA 1906 yang berlaku untuk semua jenis perusahaan.

5. Asuransi Tanggung Gugat (Lialibity Insurance) Lainnya

Lahirnya Employers Liability Act 1880 juga menjadi cikal bakal asuransi tanggung gugat. Risiko kemungkinan terjadinya gugatan dari pihak ketiga sebenarnya mulai disadari pada tahun 1875. Oleh karena itu, lahirnya Empoyers Liability Act 1880 kala itu memantik dikeluarkannya polis-polis asuransi tanggung guta umum, terutama untuk para pemborong bangunan.

6. Asuransi Kebongkaran (Burglary Insurance)

Perusahaan asuransi yang mempelopori jenis asuransi ini adalah Mercantile Accident and Guarantee Insurance Co yang pada tahun 1889 menerbitkan polis perdananya. Sebelumnya, pada tahun 1897 seorang Underwriter Lloyd sebenarnya telah menyetujui perluasan jaminan asuransi kebakaran dengan menambahkan risiko pembongkaran.

AXA Mandiri Hadirkan Asuransi Mandiri Secure Wealth

7. Asuransi Kendaraan Bermotor

Pada tahun 1898, Law Accident Insurance Sociaty menciptakan bentuk asuransi kendaraan bermotor untuk menindaklanjuti diberlakukannya Locomotive on Highways Act 1896 yang memperbolehkan pengangkutan melalui kendaraan bermotor. Selanjutnya, pada tahun 1930 diterbitkan Road Traffic Act yang menjadi dasar diberlakukannya asuransi tanggung gugat pihak ketiga secara wajib. Pasalnya, sering kali masyarakat yang menderita kerugian akibat kecelakaan bermotor tidak mendapatkan santunan dari pihak pemilik kendaraan.

8. Asuransi Rancang Bangun (Engineering Insurance)

Jenis asuransi ini menanggung risiko-risiko pada saat melakukan pembangunan atau pemasangan mesin-mesin. Asuransi rancang bangun ini lahir pada abad XIX akibat seringnya terjadi ledakan uap ketel yang dahsyat. Pada tahun 1858, berdiri perusahaan asuransi ketel uap yang pertama yang memberikan pelayanan pemerikaan ketel uap secara berkala dan juga proteksi asuransinya. Dalam perjalannya, lahirlah sejumlah regulasi seperti Explotion Act 1882 dan Factories Act 1937. Pada tahun 1872 lahir asuransi mesin (kerusakan mesin uap) dan asuransi peralatan listrik sekitar tahun 1897-1898 yang kemudian diikuti oleh asuransi lift dan crane.

9. Asuransi Penerbangan (Aviation Insurance)

Pada tahun 1931, perusahaan-perusahaan asuransi membentuk The British Aviation and General Insurance Co. Ltd dan pada tahun 1935 membentuk The Aviation and General Insurance Co. Ltd. Pembentukan perusahaan asuransi penerbangan tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya permintaan akan asuransi dalam rangka penggunaan pesawat terbang untuk angkutan sipil. (Sumber)

Demikianlah artikel kali ini tentang Tujuan Simple Asuransi & Perkembangan Konsep Asuransi. Terimakasih telah mengunjungi website kami, jika berkenan mohon bagikan link agar orang lain dapat merasakan manfaatnya ya sahabat Kepo Gadget!

Related Articles

Back to top button